This post is also available in: English

Memahami Mirin, Jenis-Jenisnya, Pertimbangan Kehalalan, dan Alternatifnya

Jika Anda sedang mengenal masakan Jepang atau mencoba memasak hidangan Jepang di rumah, kemungkinan besar Anda pernah mendengar tentang mirin—bumbu manis berbahan dasar beras yang memiliki peran penting dalam masakan Jepang.
Namun bagi banyak Muslim, satu pertanyaan sering muncul: apakah mirin halal?

Artikel ini akan menjelaskan apa itu mirin, jenis-jenis mirin yang umum di Jepang, bagaimana pandangan kehalalannya, serta alternatif yang bisa digunakan secara praktis.

Apa itu Mirin?

Mirin adalah bumbu tradisional Jepang yang dibuat dari beras ketan, beras koji (beras fermentasi), dan shochu (minuman suling). Campuran ini difermentasi dan disimpan selama sekitar 40 hingga 60 hari untuk menghasilkan rasa manis yang lembut dan kedalaman rasa.

Dalam masakan Jepang, mirin digunakan untuk:

  • Memberikan rasa manis yang seimbang
  • Memberikan kilau dan tampilan mengilap pada masakan
  • Menonjolkan rasa umami dan kekayaan rasa

Mirin sering digunakan dalam hidangan seperti teriyaki, masakan rebus (nimono), saus, dan glaze, yang membentuk cita rasa khas masakan Jepang.

Jenis-Jenis Mirin yang Umum Dijumpai di Jepang

Di supermarket Jepang, umumnya Anda akan menemukan dua jenis mirin:

Hon-Mirin (本みりん — Mirin Tradisional)

Hon-mirin adalah bentuk mirin tradisional yang sesungguhnya.

Ciri-cirinya:

  • Terbuat dari beras ketan, beras koji, dan shochu
  • Difermentasi secara alami
  • Mengandung sekitar 14% alkohol
  • Diklasifikasikan sebagai minuman beralkohol di Jepang

Karena kandungan alkoholnya yang cukup tinggi, hon-mirin umumnya tidak dianggap halal oleh sebagian besar otoritas Islam.

Gambar Hon-mirin . Credit to Top Valu.

Mirin-like Seasoning (みりん風味調味料)

Mirin-like seasoning adalah bumbu yang dibuat untuk menyerupai rasa mirin, dengan harga yang lebih terjangkau.

Biasanya terbuat dari:

  • Gula (seperti glukosa atau sirup pati)
  • Asam amino atau cuka beras untuk rasa umami
  • Bahan perasa tambahan

Ciri-cirinya:

  • Mengandung kurang dari 1% alkohol atau bahkan tanpa alkohol
  • Tidak dikategorikan sebagai minuman beralkohol di Jepang
  • Lebih mudah ditemukan dan lebih ekonomis

Walaupun rasanya mirip dengan hon-mirin dan kandungan alkoholnya sangat rendah, status kehalalannya tetap bergantung pada keyakinan dan penafsiran masing-masing individu.

Gambar bumbu mirip mirin. Credit to Lohaco.

Apakah Mirin Halal? Pandangan Saat Ini

📌 Hon-mirin tradisional
Tidak halal, karena mengandung alkohol dalam jumlah signifikan dan tidak memenuhi syarat sertifikasi halal.

📌 Mirin-like seasoning
→ Karena kandungan alkoholnya sangat rendah (kurang dari 1%) atau bahkan nol, sebagian Muslim menganggapnya halal, namun pandangan ini bisa berbeda tergantung mazhab atau fatwa yang diikuti. Beberapa otoritas menganjurkan kehati-hatian kecuali produk tersebut bersertifikat halal.

📌 Produk Mirin Bersertifikat Halal
→ Saat ini sudah tersedia mirin versi halal di Jepang. Beberapa produk mirin-like seasoning telah memperoleh sertifikasi halal resmi, sehingga aman digunakan untuk masakan halal, baik di rumah maupun di restoran.
Contohnya termasuk produk dari Yokoi Jozo (seperti Nikiri Mirin 1800 ml, bersertifikat halal dan tersedia di Amazon Japan!)

📌 Perbedaan Pendapat Fatwa
→ Di berbagai negara, terdapat perbedaan pandangan. Sebagian fatwa menyebutkan bahwa alkohol yang menguap sepenuhnya saat dimasak dapat dianggap boleh (mubāḥ), namun pendapat ini tidak bersifat universal dan sebaiknya disesuaikan dengan panduan keagamaan masing-masing.

Apakah Ada Alternatif yang Benar-Benar Halal?

Ya. Ada beberapa cara untuk tetap menikmati cita rasa masakan Jepang tanpa melanggar prinsip halal.

✅ Mirin Versi Halal (Bersertifikat)

Produk ini dibuat tanpa alkohol dan telah mendapatkan sertifikasi halal dari lembaga resmi seperti Nikiri Mirin di atas, sehingga memberikan ketenangan bagi konsumen Muslim.

✅ Pengganti Mirin dalam Memasak

  • Gula + cuka / cuka beras
    Campuran sederhana untuk meniru rasa manis dan sedikit keasaman mirin.

  • Madu atau sirup maple (diencerkan dengan air)
    Memberikan rasa manis dan kilau yang cocok untuk masakan seperti teriyaki.

  • Sirup kurma (dates syrup)
    Sangat umum digunakan dalam dapur halal dan Muslim-friendly di Jepang.
    Memberikan rasa manis yang lembut dan juga cocok untuk hidangan penutup.
    (Sirup kurma secara luas diterima sebagai pemanis alami halal.)

Pengganti-pengganti ini dapat meniru fungsi utama mirin—manis, kilau, dan keseimbangan rasa—tanpa menggunakan alkohol.

Tips Memasak Masakan Jepang yang Halal

  • Selalu baca label bahan
    Terutama untuk saus dan bumbu.

  • Cari tanda sertifikasi halal
    Ini penting untuk kecap asin, cuka, dan bumbu lain yang mungkin mengandung alkohol tersembunyi.

  • Berkomunikasi dengan restoran
    Di Jepang, banyak restoran tidak menyadari bahwa mirin dan bumbu tertentu mengandung alkohol kecuali ditanyakan secara langsung.

Kesimpulan

Mirin adalah bumbu penting dalam masakan Jepang, namun hon-mirin tradisional mengandung alkohol dan umumnya tidak dianggap halal.
Sebagai alternatif, mirin-like seasoning dengan kandungan alkohol sangat rendah atau tanpa alkohol—terutama yang bersertifikat halal—menjadi pilihan praktis bagi Muslim yang ingin memasak masakan Jepang.

Dengan memahami label, bahan, dan pilihan alternatif, Anda tetap bisa menikmati masakan Jepang dengan tenang, yakin, dan sesuai dengan prinsip halal.